Golongan Besar

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم-“ذَرُوا الْمِرَاءَ، فَإِنَّ بني إِسْرَائِيلَ افْتَرَقُوا عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَالنَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهُمْ عَلَى الضَّلالَةِ إِلا السَّوَادَ الأَعْظَمَ”، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنِ السَّوَادُ الأَعْظَمُ؟ قَالَ:”مَنْ كَانَ عَلَى مَا أَنَا عَلَيْهِ، وَأَصْحَابِي مَنْ لَمْ يُمَارِ فِي دِينِ اللَّهِ، وَمَنْ لَمْ يُكَفِّرْ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ بِذَنْبٍ غُفِرَ لَهُ”.

 

Artinya: -Rosululloh SAW. bersabda-: “Jauhilah perdebatan (yang tidak sesuai Syariat), karena Bani Isroil terpecah menjadi 71 golongan, dan Nasrani (terpecah) menjadi 72 golongan, semuanya tersesat kecuali GOLONGAN BESAR”. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rosululloh, Siapakah GOLONGAN BESAR itu?”. Nabi SAW. bersabda: “Adalah mereka yang mengikuti sesuai apa yang ada padaku (Aku contohkan) dan para sahabatKU, orang yang tidak berdebat (yang tidak sesuai syariat) didalam urusan agama, dan orang yang tidak mengkafirkan orang lain dari ahli tauhid dengan dosa yang masih diampuni”.

) حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِىُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ السَّلاَمِىُّ حَدَّثَنِى أَبُو خَلَفٍ الأَعْمَى قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ أُمَّتِى لَنْ تَجْتَمِعَ عَلَى ضَلاَلَةٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُ اخْتِلاَفًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ الأَعْظَمِ ».

Artinya: Sahabat Anas bin Malik berkata: “Aku mendengar Rosululloh SAW. bersabda: “Sesungguhnya Umatku tidak akan berkumpul atas kesesatan (bersama-sama melakukan kesesatan), Jika kalian melihat perbedaan (di antara kalian), maka hendaklah kalian berpegang teguh pada As-Sawad Al-Adhzam (mayoritas golongan/ulama yang agung)”.

 

) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ الْبَصْرِىُّ حَدَّثَنِى الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الْمَدَنِىُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِى – أَوْ قَالَ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- – عَلَى ضَلاَلَةٍ وَيَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. وَسُلَيْمَانُ الْمَدَنِىُّ هُوَ عِنْدِى سُلَيْمَانُ بْنُ سُفْيَانَ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِىُّ وَأَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِىُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ. قَالَ أَبُو عِيسَى وَتَفْسِيرُ الْجَمَاعَةِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ هُمْ أَهْلُ الْفِقْهِ وَالْعِلْمِ وَالْحَدِيثِ.

Artinya: Dari Sahabat Ibni Umar: “Sesungguhnya Rosululloh SAW. bersabda”: “Sesungguhnya Allah tidak akan menyesatkan umatku -atau disabdakan: Umat Muhammad SAW.- secara keseluruhan. Kekuasaan Allah berada pada Jama’ah (kelompok). Barangsiapa yang keluar (berpisah dari jama’ah), maka ia akan terjerumus ke dalam api neraka”. Imam Abu Isa berkata: “Ini adalah hadist yang langka (kalau di pandang) dari jalan ini (periwayat ini), Adapun (periwayat bernama) Imam Sulaima Al Madaniy menurutku adalah Imam Sulaiman bin Sufyan, dan benar-benar Imam Abu Dawud Atthoyalisi, Imam Abu Amir Al Aqodiy dan tidak Cuma satu dari ahli ilmu yang meriwayatkan (hadist) dari Imam Sulaiman bin Sufyan”. Imam Abu Isa berkata: “Penjelasan Al Jama’ah menurut ahli ilmu adalah: Ahli Fiqh, Ilmu dan Hadist”.

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ الطَّائِىُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنِى أَبِى – قَالَ ابْنُ عَوْفٍ وَقَرَأْتُ فِى أَصْلِ إِسْمَاعِيلَ – قَالَ حَدَّثَنِى ضَمْضَمٌ عَنْ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِى مَالِكٍ – يَعْنِى الأَشْعَرِىَّ – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ أَجَارَكُمْ مِنْ ثَلاَثِ خِلاَلٍ أَنْ لاَ يَدْعُوَ عَلَيْكُمْ نَبِيُّكُمْ فَتَهْلِكُوا جَمِيعًا وَأَنْ لاَ يَظْهَرَ أَهْلُ الْبَاطِلِ عَلَى أَهْلِ الْحَقِّ وَأَنْ لاَ تَجْتَمِعُوا عَلَى ضَلاَلَةٍ ».

 

Artinya: Dari sahabat Abi Malik, yakni Sahabat Al Asy’ari, beliau berkata: “Rosululloh SAW. bersabda: “Sesunnguhnya Alloh (pasti) menyelamatkan kalian semua dari tiga cela, (kesatu) Nabi kalian semua tidak akan mendoakan kalian semua, sehingga kalian akan binasa semua, (kedua) Ahli bathil tidak akan mengalahkan Ahli Haq (kebenaran tidak akan pernah kalah), (ketiga) kalian semua tidak akan berkumpul untuk melakukan kesesatan”.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *