EMPAT HAL YANG KADANG KITA RASA “BENAR”.

Imam Al Hakim berkata:

“Ada Empat hal yang kita cari. Namun, metode kita salah:
1. Kita mencari kakayaan dalam HARTA. Padahal, kekayaan yang sebenarnya ada pada SIFAT MENERIMA APA ADANYA (Qona’ah).
2. Kita mencari ketenangan dengan MEMPERBANYAK HARTA. Padahal, ketenangan yang sebenarnya ada pada SEDIKITNYA HARTA.
3. Kita mencari kemuliaan dalam MASYARAKAT. Padahal, kemuliaan yang sebenarnya ada pada TAQWA.
4. Kita mencari kenikmatan dengan MAKANAN DAN PAKAIAN. Padahal, kenikmatan yang sebenarnya ada pada TERTUTUPINYA AIB DAN ISLAM”.

Sehingga sangatlah tidak aneh, apabila baginda Nabi SAW. bersabda: “Barangsiapa mengawali pagi hari, sedangkan tujuan terbesarnya adalah dunia. Maka, Allah akan menimpakannya tiga hal:
1. Selamanya susah.
2. Selamanya sibuk.
3. Selamanya merasa miskin.

Tiga Hal terakhir sering Admin rasakan. Waktu mengawali kerja, sering yang terpikir adalah pencapaian, target-target yang telah terlaksana atau belum, banyaknya saingan bisnis terlebih waktu hutang sudah jatuh tempo. Seakan hidup tidak pernah “lepas”, SUSAH. Andai setelah bekerja menyempatkan berlibur, walau sekedar mencari makan, ternyata itu hanyalah kesenangan semu. Terbukti setelahnya tetap memikirkan kerja.
Kalau tempat kerja ramai akan sayang meninggalkannya, karena rizki yang melimpah. Kalau sepi sering diri berucap, “Lawong alame sepi kok malah ngguak duwit (lah iya, suhu perdagangan lagi sepi kok malah buang-buang uang), akhirnya tidak kemana-mana, bekerja terus sampai lupa silaturrahim dengan alasan SIBUK.
Begitu juga waktu mendapat rizki puluhan hingga ratusan juta, kadang rasa syukur begitu sulit keluar dari bibir ini, karena melihat betapa hutang menumpuk beberapa kali lipat dari pendapatan hari itu. Akhirnya, walau sudah punya Rumah, mobil, motor, tanah tetap berkata, “Haduuuhhh masih kurang dari target ini, sehari Cuma dapat sepuluh juta padahal hutang masih seratus jutaan dan jatuh tempo pisan”. Jiwa terasa MISKIN.

“Allahumma Yaa Muqallibal Quluub Tsabbit Quluubana ‘ala DiniK Warzuqna RidloKa (Ya Tuhanku, Sang pengombang-ambing hati, tetapkanlah hati kami atas agamaMu, dan berilah kami Rizqi KeridloanMu)”. Amin amin amin….

———-
Wallahu a’lam
Admin Web/Fb alfattahpule.com. Di Kutip dari Kitab Tanbihul Ghaafilin Hal: 89 cet: Al Hidayah. KARYA: Al Imam Al Faqih Abu Laits Nashr bin Muhammad Al Hanafy bin Ibrohim As Samarkandiy W.373 H. Dengan sedikit penyesuaian bahasa.
Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.