Emas akan diuji dengan api,,,, Kesabaran akan membuahkan kebahagiaan.

Akhir tahun 2001. Kami Berempat -Yai Zainal Mojokerto, Saya sendiri (Admin Web ini), Kaji Asmin dan mas Iwan Ponorogo- sowan ke Mbah Yai Maksum Jauhari ketua umum Silat Pagar Nusa se Indonesia. Guna meminta Ijazah bagi tamatan kelas III Aliyah Lirboyo yg memang sudah lazim diberikan oleh Masyayikh Lirboyo kepada Siswa Tamatan.

Sebagai juru bicara adalah Guru Kami Yai Zainal,,, setelah dipersilahkan menghadap beliau,,, Pak Zainal mengutarakan maksud dan tujuannya. Namun bukan jawaban “Iya” yg kami dapat. Malah beliau dawuh, “Untuk apa Ijazah??? Tidak ada gunanyaa,,,,”.

“Tapi mbah Yai,,, teman2 kalau belum mendapatkan Ijazah dari njenengan. Serasa kurang komplit,,, kurang puas,,”.

“Ha,, ha,, ha,,, Itu kan Maksum tempo dulu,,, sekarang Maksum tidak ada apa2nya,,,”

Yai Zainal tetap berusaha “merayu” beliau. Tiga Jam sudah (Mulai kami masuk jam sembilan Malam sampai hampir jam dua belas malam.) guru kami berusaha mendapatkan waktu agar beliau mau memberikan Ijazah Dan jawabannya tetap saja sama, menampakkan keengganan.

Tiba,, tiba,,, Ada tamu datang. Setelah disilahkan, tamu itu berkata, “Maaf mbah Yai,,, kami dari Jombang, rombongan dua mobil. Tujuan kami adalah agar mbah Yai bisa menyembuhkan kedua ponakan kami yg kerasukan Jin sudah satu bulan lebih,,, kami sudah meminta sekitar 25 Kyai untuk menyembuhkannya, tapi nihil hasilnya. Sedangkan kami kesini karena permintaan dua Jin yg merasuki tubuh ponakan kami. Katanya yg bisa mengeluarkan mereka dari jasad ponakan kami adalah panjenengan. Mereka sendiri katanya sudah capek. Ingin keluar tapi tidak bisa,,,”.

Sambil tersenyum berwibawa beliau berkata, “Ahhh,,, itu kan Maksum tempo dulu,,, kalau sekarang tidak ada apa-apa nya,,, Yaa sudah,,, suruh masuk kesini dua orang itu,,,”.

Lalu keduanya di tuntun (atau lebih tepatnya di pegangi paksa oleh beberapa orang) memasuki Ndalem beliau. Dan ternyata keduanya adalah Dara!!!. Yang satu, waktu kakinya baru melangkah di pintu depan, Langsung terkulai lemas, dan sembuh!!, sedang yg lainnya (Tak lirik,,, pas sedang kerasukan cantiknya luar biasa) masih tegar dengan senyum mengembang ia berkata keras dan tegas, “Assalaaaamualaikooommmm,,,, Saya adalah Nyi kembang!!! (Sambil matanya menyapu seluruh ruangan)”.

Beliau tidak bergeming. Dan tetap duduk di Dipan bambunya. Dengan sedikit senyuman menjawab, “Wa’alaikum salam,,, silahkan duduk,,,” lalu menoleh ke orang yg mengantar, “Nama gadis ini siapa?”. “Siti Qomariyah mbah Yai,,,” jawabnya.

Sedang “Nyi kembang”, seperti layaknya putri tulen. Duduk sambil tebar pandangan kesana-kemari. Dan memang kelihatan sangat ayu dan anggun. Aku sebagai pemuda labil, tak terasa menikmati ke Ayuannya. Tak pandangi terus,, Tiba2 ia menghardik, “Kenapa mandang-mandang!!!”. Mak Dheeggg,,, langsung aku menundukkan kepala. Haaa,,, kalau di jitak sama gadis itu mah aku Ikhlas2 saja. Tapi kalau di Jitak Mbah Yai Maksum?? Karena membuat suasana tambah runyam. Hiii,,, membayangkannya saja aku bergidik.

Lalu, tetap dari tempat duduk beliau, yg berjarak sekitar tujuh atau sepuluh meteran, tanpa menyentuh (kebanyakan pe-ruqyah menyentuh pasiennya), tanpa terlihat mulut mulia beliau komat kamit, dengan suara luar biasa berwibawa, “Siti Qomariyyah tidak kejinan,,, hanya masuk anginnn,,,, Sekarang Nyi Kembang tidak ada,,,, (sambil mata beliau menatap tajam dara itu) yang ada Hanyalah Siti Qomariyah!!!”. Langsung dara itu terkulai lemas. Dan sembuh!!!

Dan selanjutnya, ada Pasutri yg nderek ndalem beliau (kalau nggak salah, Kang Toyo sama Istrinya) keluar sambil meminumkan air dari gelas untuk kedua dara. Setelah menghaturkan beribu terimakasih dan basa-basi rombongan dua mobil itu pulang dengan hati lapang.

Tinggal kami berempat,,,,

Sedikit hening,,,

“Gimana Mbah yai,,, waktunya kapan,,,??”. Tanya guru kami, Yai Zainal.

“Hmmm,,, besok saja,,, jam setengah Lima, di Masjid Al Hasan,,,”.

“Alhamdulillaaahhh,,,,, “ bisik kami berempat. Lalu kamipun juga berpamitan.

Esoknya, kami telah mengkondisikan semua teman tamatan (sekitar 500 an anak) agar berkumpul di Masjid Alhasan, karena akan ada Ijazahan dari AL Mukarrom Mbah Yai Maksum Jauhari. Teman2 semangat luar biasa,,, hampir semuanya hadir. Tapi dinanti sampai jam delapan malam beliau belum hadir juga. Tiba-tiba Kaji Asmin memberikan info, bahwa tempat pengijazahan pindah kedepan gedung Al Ikhlas dekat kandang sapi beliau,,, Serentak teman2 berduyun-duyun pindah kesana. Sedang aku dan Tim Ijazahan harap2 cemas standby di depan ndalem beliau. Kami menanti mulai jam Sembilan sampai jam dua belas malam,,, waktu beliau keluar dari ndalem hati kami bersorak gembira,,, Tp, lagi2 Kaji Asmin ngomong, “Beliau mau keluar jalan-jalan dulu,,, Nyari sate sama bu Nyai,,,”. Waduhhh,,, batinku.
Disana,, di depan gedung al Ikhlas,,, teman2 mulai banyak yg tidak sabar,,, dan banyak yg pulang duluan,,,

Sekitar jam satu beliau pulang dari jalan2, dan langsung masuk ke Ndalem, lama sekali. Sampai Setengah tiga malam,,, Tiba2 pintu ndalem beliau terbuka, dan beliau bersiap menuju tempat Ijazahan. Kami, Tim Ijazahan langsung bergegas mendahului ke tempat Ijazahan untuk mengkondisikan teman2. Dan ternyata, hampir separoh yg sudah pulang duluan, tidak kuat!!!

Mendengar kabar itu, kami tegang,,, semuanya mengahadap Qiblat dan menanti dengan cemas,,, lalu tampak beliau datang dari arah belakang kami,,, kami semua diam dan tertunduk,,,dengan berwibawa beliau berkata, “Kenapa semua diam?? Aku kesini mau menengok sapiku kok,,,, (lalu),, Al Faatihah,,,”.

Dan kami mendapatkan Ijazah yg luar biasa banyak, di tulis di papan tulis yg di jejer2 sampai Subuh!!!

Lahu wa liJamii’i Masyayikhi Lirboyo Wa Lijamii Masyayikhi Ma’had Al Fattah Pule Walisaairil Ulamaail Amiilin wa lijami’il Muslimiina wal Muslimaat,, Al Faatihah,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *