Dunia Jadi Akhirat Dengan Niat

Diriwayatkan: Dari Baginda Rasulillah Shallallahu ‘alaihi Wasallama…

 

عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية.

 

“Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi sebagian amal-amal  akhirat dengan baiknya Niat. Dan banyak amal perbuatan yang berbentuk amal akhirat, lalu menjadi sebagian amal-amal Dunia dengan buruknya Niat”.

 

——-

HadratusSyaikh Ibrahim bin Ismail dalam Syarkh ta’lim menguraikannya sebagai berikut:

 

1. Maksud dari: Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi sebagian amal-amal  akhirat dengan baiknya Niat, Seperti halnya: Makan.

Hukum makan pada Awalnya adalah Mubah (boleh dilakukan dan boleh di tinggalkan, tiada kesunnahan/pahala di dalamnya). Namun, apabila makan di niati untuk memperkuat badan. Agar bisa beribadah dengan tenang dan kuat. Niscaya akan mendapatkan pahala. Yang notabene adalah: sebagian dari amal-amal akhirat.

Contoh lain adalah: Minum dan lain sebagainya. Yakni hal-hal yang tergolong mubah.

 

2. Maksud dari: Dan banyak amal perbuatan yang berbentuk amal akhirat, lalu menjadi sebagian amal-amal Dunia dengan buruknya Niat, Seperti halnya: Amal Ibadah yang tercampur Riya’/pamer.

Amal ibadah yang Ikhlas kerena Allah Ta’ala adalah amal yang di ridloi Allah dan mendapatkan pahala. Namun, andai dalam beramal seseorang merasa semangat apabila di puji orang, di lihat orang. Terlebih ia mau beribadah kalau ada support ataupun di lihat orang. Niscaya, amalnya akan sia-sia. Tidak mendapat ridlo Allah terlebih pahala. Maka, amal akhiratnya akan menjadi amal Dunia. Sia-sia.

 

Wallahu A’lam

 

——-

Ta’limulMuta’allim Wa Syarkhuhu Hal 10

Dengan sedikit penambahan dan penyesuaian bahasa.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *