Dokter dan ‘Alim

Dokter dan ‘Alim
Oleh: Admin web/fb AlFattah Pule.
An: Chusnul Chotimah (Ponorogo)

Dokter: Ia mampu menghindari makanan yang membahayakan (Tarak: jawa). Namun, terkadang orang lain walaupun punya tingkat kecerdasan sama dengan Dokter, tapi tidak mau tarak, disebabkan ia tidak mempunyai ilmu setingkat Dokter. Karena, ketika keilmuan Dokter semakin tinggi, ia akan semakin takut memakan makanan yang ia tahu bahayanya.

Begitu juga,

‘Alim: Ia mampu meninggalkan maksiat dengan kekuatan ilmunya karena ia tahu bahaya dari kemaksiatan. Yang dimaksud ini adalah orang ‘Alim sejati, bukan orang yang hanya bisa memakai surban (Namun tidak mengamalkan ilmunya) dan bukan orang yang hanya pandai bicara!.

Jadi, Ilmulah yang menjauhkan dari bahaya…

Ringkasan احياء علوم الدين ص؛٨٧ bagian tengah. Bab perbedaan nafsu dalam ranah akal.

اللهم اجعلنا من أهل العلم و أهل الخير…أمين

Wallahu A’lam bis-Shawaab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.