Di Tengah Bencana Yang Melanda

Di kisahkan, pada zaman khalifah Harun arRasyiid pernah terjadi musibah yang bertubi-tubi menimpa rakyat. Mulai dari meroketnya harga kebutuhan, paceklik dan bencana alam. Sampai kesusahan terjadi dimana-mana. Terjadi prihatin masal!. Melihat itu. Khalifah Harun arRasyiid memerintahkan masyarakat untuk memperbanyak Do’a, menangis (Taubat Nasuha) dan menghancurkan alat-alat musik.

Pada suatu hari. Terdengar seseorang yang bertepuk tangan, menari dan menyanyikan sebuah lagu. Karena geram, masyarakat dan pihak berwenang menangkap dan membawanya menghadap sang Khalifah. Setelah sampai di Istana. Khalifah Harun Ar Rasyid menanyakan, kenapa ia seakan-akan bergembira-ria di tengan kesusahan yang melanda?.

Alih-alih membela diri tahanan itu berkata: “Maafkan saya baginda, sebenarnya tujuan saya menyanyi dan berjoget hanyalah untuk sesuap gandum. Karena Majikan saya mempunyai timbunan gandum yang banyak. Saya berharap ia gembira dan memberikan sedikit gandumnya untuk saya”

mendengar ini sang khalifah berkata: “Kalau memang benar seperti itu. berarti engkau mengandalkan orang lain. Andalkanlah Allah, karena bertawakkal padaNya lebih baik. Dan hanya Allahlah yang bisa menyelamatkan keadaan masyarakat sekarang ini”.

Setelah kejadian itu, Khalifah Harun Ar Rasyid memerintahkan masyarakat untuk BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH TA’ALA (1)

 

المستطرف في كل فن مستظرف – (ج 1 / ص 66)

وحكي أنه كان في زمن هارون الرشيد قد حصل للناس غلاء سعر وضيق حال حتى اشتد الكرب على الناس اشتداداً عظيماً، فأمر الخليفة هارون الرشيد الناس بكثرة الدعاء والبكاء، وأمر بكسر آلات الطرب، ففي بعض الأيام رؤي عبد يصفق ويرقص ويغني، فحمل إلى الخليفة هارون الرشيد، فسأله عن فعله ذلك من دون الناس، فقال: إن سيدي عنده خزانة بر، وأنا متوكل عليه أن يطعمني منها، فلهذا أنا إذاً لا أبالي فأتا أرقص وأفرح، فعند ذلك قال الخليفة: إذا كان هذا قد توكل على مخلوق مثله، فالتوكل على الله أولى، فسلم للناس أحوالهم، وأمرهم بالتوكل على الله تعالى.

———-

Wallahu  A’lam

Admin Web/Fb alfattahpule.com

Di Kutip dari Kitab Al Musthatraf Fii Kuuli Fanni Mustadzraf Vol 1 Hal: 66. Karya Syaikh Shihabuddin Muhammad bin Ahmad bin Manshur Al Absyihi AbulFath (790-852 H./1388-1448 M.). Dengan sedikit penambahan dan penyesuaian bahasa.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *