Dasar Talqin Mayit setelah di kubur

Dalam kitab MUKHTASHOR TADZKIROTUL QURTHUBI karya Al QuthburRobbaaniy Assyaikh Al Allamah ‘Abdul Wahhab As Sya’roni Assyaafi’I As Syaadzili AsShuufiy 898-973 H. Hal: 32 cet: Daaru Ikhyaailkutubil ‘Araobiyyah-Indonesia -Insya Allah Bulan Ramadhan Akan Di Baca Di PP. AlFattah-. Terdapat keterangan hadist marfu’ tentang tata cara talqin yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Sebagai berikut:

 

قال صلى الله عليه وسلم: {إذا مات أحدكم وسويتم عليه التراب، فليقم أحدكم عند رأس قبره، ثم يقول: يا فلان يابن فلانة، فإنه يسمع ولا يجيب. ثم ليقل: يا فلان يابن فلانة الثانية، فإنه يسمع ولا يجيب, ثم ليقل: يا فلان يابن فلانة الثالثة، فإنه يقول: أرشدنا رحمك الله, ولكنكم لا تسمعون. فيقول: أذكر ما خرجت عليه من الدنيا وهي شهادة ان لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله، وأنك رضيت بالله ربا، وبالاسلام دينا، وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا، وبالقرآن إماما، وأن الساعة أاتية لا ريب فيها, وأن الله يبعث من في القبور فان منكرا ونكيرا يأخذ كل واحد منهما يد صاحبه، ويقول: انطلق بنا ما يقعدنا عند هذا وقد لقن حجته. ويكون الله تعالى حجبهما دونه فقال رجل يا رسول الله: فان لم يعرف –اسم- أمه؟ قال: ينسبه إلى أمه حواء}

 

Artinya: Rosululloh Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

 

“Apabila salah satu diantara kalian semua ada yang meninggal dan, kalian telah meratakan kuburnya. Maka, duduklah salah satu kalian di samping kepala kuburannya, kemudian katakanlah:

 

“Wahai anak fulan, wahai anak fulanah”.

 

Sungguh ia bisa mendengar, namun tidak bisa menjawab.

 

Kemudian katakanlah untuk kedua kali:

 

“Wahai anak fulan, wahai anak fulanah”.

 

Sungguh ia bisa mendengar, namun tidak bisa menjawab.

 

Kemudian katakanlah untuk ketiga kalinya:

 

“Wahai anak fulan, wahai anak fulanah”.

 

Maka, ia akan menjawab:

 

“Berilah petunjuk padaku. Semoga Allah merahmatimu”.

 

Tetapi kalian semua tidak bisa mendengarkannya.

 

Kemudian katakanlah:

 

“Sebutkanlah beberapa hal waktu engkau meninggalkan dunia, yakni:

– Persaksian, sesungguhnya tiada tuhan selain Allah, dan sungguh Nabi Muhammad adalah utusan Allah,

– Sungguh, engkau rela Allah menjadi Tuhan-mu,

– Islam Agama-mu,

– Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi Wa Sallam Nabi-mu

– Al Qur’an Imam-mu,

– Sungguh, Hari kiamat pasti datang, tiada keraguan sama sekali.

– Dan Sungguh, Allah akan membangunkan manusia dari alam kubur

 

Maka -Setelah mendengar itu- Malaikan Munkar dan Malaikat Nakir menggamit tangan temannya, dan berkata:

 

“Mari pergi, tiada gunanya kita di sini, karena ia telah di ajari jawaban -pertanyaan yang kita bawa-“

 

Dan Allah Ta’ala menghalangi kedua malaikat tersebut.

 

Kemudian ada seorang lelaki berkata:

 

“Yaa RasulAllah… Apabila -nama- ibunya tidak diketahui?”

 

“Sandarkanlah pada ibunya, Dewi Hawa”. Jawab Rasulullah”.

 

_______

Diambilkan dari kitab Arba’in Al Fattah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.