BERTANYALAH PADA GURU, TAPI JANGAN BANYAK BERTANYA

questionsBERTANYALAH PADA GURU, TAPI JANGAN BANYAK BERTANYA

 

Bismillahirrohmanirrohiim…. Khamdan wa syukron lillah, wassholatu wassalamu ‘ala sayyidina muhammadin…..

 

Dalam mempelajari sebuah ilmu alangkah baiknya pelajar bertanya, karena untuk menghilangkan “dahaga” keilmuannya, namun janganlah banyak bertanya dan janganlah sering mempelajari ilmu agama secara otodidak., Imam Al Mawardi berkata:

أدب الدنيا والدين ص: 68

وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ: { الْعِلْمُ خَزَائِنُ وَمِفْتَاحُهُ السُّؤَالُ فَاسْأَلُوا – رَحِمَكُمْ اللَّهُ – فَإِنَّمَا يُؤْجَرُ فِي الْعِلْمِ ثَلَاثَةٌ: الْقَائِلُ وَالْمُسْتَمِعُ وَالْآخِذُ }. وَقَالَ عليه الصلاة والسلام: { هَلَّا سَأَلُوا إذَا لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ }. فَأَمَرَ بِالسُّؤَالِ وَحَثَّ عَلَيْهِ, وَنَهَى آخَرِينَ عَنْ السُّؤَالِ وَزَجَرَ عَنْهُ, فَقَالَ صلى الله عليه وسلم: { أَنْهَاكُمْ عَنْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ }. وَقَالَ عليه الصلاة والسلام: { إيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ السُّؤَالِ }. وَلَيْسَ هَذَا مُخَالِفًا لِلْأَوَّلِ وَإِنَّمَا أَمَرَ بِالسُّؤَالِ مَنْ قَصَدَ بِهِ عِلْمَ مَا جَهِلَ, وَنَهَى عَنْهُ مَنْ قَصَدَ بِهِ إعْنَاتَ مَا سَمِعَ, وَإِذَا كَانَ السُّؤَالُ فِي مَوْضِعِهِ أَزَالَ الشُّكُوكَ وَنَفَى الشُّبْهَةَ. وَقَدْ قِيلَ لِابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: بِمَ نِلْت هَذَا الْعِلْمَ ؟ قَالَ: بِلِسَانٍ سَئُولٍ وَقَلْبٍ عُقُولٍ

Artinya: Dan benar-benar diriwayatkan dari Nabi SAW. sesungguhnya Nabi SAW. bersabda: “Ilmu laksana tempat penyimpanan dan kuncinya adalah pertanyaan, maka bertanyalah -semoga Alloh merahmatimu- karena hanya tiga orang yang di beri pahala waktu (mempelajari ilmu): Orang yang berbicara, orang yang mendengar dan orang yang mengambil ilmu (mempelajari ilmu). Dan Nabi SAW. bersabda: “bertanyalah apabila engkau tidak tahu, karena sesungguhnya obat penyakit nafas adalah bertanya”, beliau Nabi SAW. memerintahkan bertanya dan memberikan semangat, sedangkan sesekali tempo melarang dan mencegah pertanyaan, kemudian Nabi SAW. bersabda: “Aku melarang kalian semua debat kusir, banyak pertanyaan dan menyiakan harta”, dan beliau Nabi bersabda: “takutlah dengan banyak pertanyaan, karena rusaknya kaum sebelum kalian sebab banyak pertanyaan”. (dua hadist terakhir) ini tidaklah bertentangan dengan hadist pertama, Nabi SAW. memerintahkan bertanya pada seseorang yang punya tujuan mengetahui hal yang tidak tahu dan Nabi SAW. melarang bertanya pada seseorang yang punya tujuan mempersulit ilmu yang didengar. Oleh karena itu apabila pertanyaan mengena sasaran maka akan menghilangkan keraguan dan ke tidak jelasan. Sahabat Ibnu Abbas ditanya: “Bagaiman anda mendapatkan ilmu ini?”, beliau menjawab: “Denga lisan yang senantiasa bertanya dan hati yang senantiasa berakal.”.

 

Sedangkan dalam tata cara penggalian ilmu agama, beliau Imam Nawawi sangat menyarankan untuk talaqqi/mubasyaroh yakni bertemu langsung wajhan-bi wajhin atau dengan metode sorogan dan pengajaran:

المجموع شرح المهذب الجزء الأول ص: 66

فقد قال ابن سيرين ومالك وخلائق من السلف: هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم. إلى أن قال… وقالوا: ولا تأخذ العلم ممن كان أخذه له من بطون الكتب من غير قراءة على شيوخ أو شيخ حاذق فمن لم يأخذه إلا من الكتب يقع في التصحيف ويكثر منه الغلط والتحريف.

Artinya: “Imam Ibnu Sirin, Imam Malik dan Para ulama salaf benar-benar berkata: “Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah (telitilah) dari siapa kalian mengambil (belajar tentang) agama kalian”, sampai… Para ulama berkata: “janganlah kalian mengambil (belajar) ilmu dari orang yang belajar dari kitab tanpa membaca pada para syaikh atau syaikh yang pintar, maka barangsiapa yang mempelajari ilmu hanya lewat buku akan mengalami kesalahan pemahaman, banyak membuat kekeliruan dan akan membelokkan pengertian.”.

 

Jadi dalam metode belajar seyogjanya:

1. Bertanya tapi tidak banyak bertanya.

2. Tidak ada kewajiban bertanya dalil qur’an dan hadist dari guru,

3. Belajar dengan metode talaqqi, bertemu langsung tidak selalu otodidak.

 

Wal hamdulillahi robbil ‘alamiin… wa sollallohu ‘ala sayyidina muhammadin, wa ‘ala alihi wa sohbihi ajma’iin….

 

Wallohu a’lam

M. ROBERT AZMI AL ADZIM

Ndalem Pule 16 Februari 2013

 

1 thought on “BERTANYALAH PADA GURU, TAPI JANGAN BANYAK BERTANYA

    azmi

    (Februari 16, 2013 - 17:12)

    Betul betul betul…….. ben mboten kados bani isroil…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.