Bersuci

Oleh: Kang Khasbull PO

بسم الله الرحمن الرحيم
موعظة المؤمنين ص= ١١-١٠

Mensucikan perkara yang nampak, di bagi nenjadi tiga:
1. Mensucikan najis.
2. Mensucikan hadats.
3. Mensucikan kotoran-kotoran badan.

MENSUCIKAN NAJIS
Melihat bab ini, pasti berhubungan dengan: Perkara yang di hilangkan, perkara yang di gunakan untuk menghilangkan dan cara menghilangkan.

Bagian pertama tentang PERKARA YANG DI HILANGKAN, yaitu NAJIS.
Benda itu ada tiga macam:
I. Benda mati.
II. Binatang.
III. Bagian-bagian binatang

I. Benda mati semuanya suci, kecuali arak/khamr dan perkara yang menjadi badek (Hasil fermentasi) yang bisa memabukkan (Juga termasuk hukum khamr yang di hukumi najis).

II. Semua binatang suci melainkan anjing dan babi. Ketika mati, maka seluruhnya menjadi najis, kecuali lima, yakni:
1. Manusia.
2. Ikan.
3. Belalang.
4. Ulat buah apel, yang semakna dengannya adalah setiap hewan yang berevolusi dari makanan/buah-buahan.
5. Binatang yang tidak mempunyai darah mengalir, seperti: Lalat, Kecoa dan lainnya. Maka, air tidak menjadi najis sebab kejatuhan binatang tersebut.

III. Bagian-bagian binatang ada dua macam:
1. Anggota yang putus dari badannya (Dalam keadaan hidup), hal ini hukumnya seperti bangkai (Najis).
2. Cairan yang keluar dari dalam:
– Cairan yang berubah warnanya dan tidak menetap tempatnya itu di hukumi suci. Seperti: Air mata, keringat, ludah dan ingus.
– Sedangkan cairan yang berubah warna dan tempatnya menetap di hukumi najis. Seperti: Nanah, Darah, Kotoran dan Air kencing. Terkecuali perkara yang merupakan asal hewan. Seperti: Air mani dan Telur.

Bersambung…….

والله أعلم بالصواب.

Wallahu A’lam bis-Shawaab
Admin Web/FB AlFattah Pule
Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.