Belajar Ikhlas

Oleh: Alif Farida Tajuddin

Ikhlas, kata yang mudah di ucapkan, tapi sulit untuk laksanakan, karena ikhlas itu yang tau hanya diri sendiri dan Yang Maha kuasa…

Berbicara tentang ikhlas, seolah mengingatkanku ketika mengkaji Ilmu Nahwu dan disuruh muradi (Mengalih bahasakan dari Arab ke Indonesia), Yakni maqolah (Dawuh Ulama) cuplikan contoh di kitab Nahwu Tashilul Nailil Amani Syarah Awamil:

هلك الناس حاشا العالم و هلك العالمون عدا العامل و هلك العاملون خلا المخلص
Yang artinya kurang lebih:
“Manusia rusak/rugi kecuali orang yang berilmu, Orang ‘alim juga rusak kecuali yang beramal, Dan yang beramal juga rusak kecuali yang ikhlas”.

Dari maqolah tadi terbersit dalam hati, “Kok angel yo, wong iku kudu ngalim, kudu ngamal lan kudu ikhlas, opo yo gak sah lakon-lakon ae.. Meneng ae??? (Kok sulit ya, Orang itu harus Alim, harus beramal dan harus ikhlas. Apa tidak usah beramal saja ya.. diam saja???)”.

Tapi aku menemukan kesimpulan dari maqolah tersebut dari keterangan guruku, ternyata semua itu ada proses yang tidak sebentar. Tetap harus di lakukan walaupun berat, dan harus di paksa. Supaya menjadi terbiasa. Karena ketiga hal tersebut adalah kunci hidup.

Marilah kawan, kita saling mengingatkan, saling menasehati dan belajar ikhlas…

و الله اعلم بالصواب….

تاج الدين العانجوكي

Wallahu A’lam bis-Shawaab
Admin Web/FB AlFattah Pule
Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.