BAL’AM BIN BAA’UUROO

Nabi yang Terkalahkan gemerlap dunia

———

Dimohon bagi pembaca yang budiman untuk bersabar membaca kisah panjang berikut, semoga bermanfat…

———

 

Imam Mu’tamar menceritakan padaku (Imam Ja’far bin Jarir) dari ayahnya kala beliau di Tanya tentang maksud Ayat:

[Dan bacakanlah kepada mereka (wahai Muhammad), khabar berita seorang yang kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat (Kitab) Kami. kemudian ia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya. QS Al A’raaf 175]. Maka, beliau bercerita Dari Imam Yasar bahwa yang di maksud dengan lelaki yang berada dalam Ayat itu adalah Bal’am bin Baa’uuraa, yang di beri tanda kenabian dan dalam setiap doa’nya pasti di kabulkan oleh Allah Ta’ala.

 

——-

 

Alkisah….

 

Suatu ketika Nabi Musa beserta Bani Israil pengikutnya, menuju ke Syam/Syiria. Daerah yang di diami Bal’am. Namun penduduk Syam sangat membenci Nabi Musa, -karena telah mengusir mereka dari Tanah kelahiran mereka pasca kekalahan Fir’aun-. Kemudian mereka Membujuk Bal’am:

 

“Do’akanlah kehancuran Musa dan bala tentaranya”.

 

“Baiklah, aku akan meminta idzin dari Allah”. Jawab Bal’am.

 

Sewaktu ia berdoa, sekonyong-konyong ada suara tanpa rupa yang menegurnya:

 

“Jangan mendoakan hancurnya mereka. Karena mereka adalah hamba-hambaku. Dan ada Nabi di antara mereka”.

 

Melihat kenyataan ini Bal’am Ragu dan berkata pada kaumnya:

 

“Aku telah di larang tuhanku untuk mendoakan kehancuran pada mereka”.

 

Kaumnya terdiam, namun mereka tidak kekurangan akal. Sambil meng-iyakan perkataan Bal’am, mereka memberinya hadiah-hadiah yang banyak dengan alasan sebagai tanda terima kasih, dan Bal’am menerimanya.

Selang beberapa waktu. Mereka mendatangi Bal’am, dan berusaha membujuk lagi:

 

“Do’akanlah kehancuran Musa dan bala tentaranya”.

 

Sekali lagi Bal’am menjawab: “Baiklah, aku akan meminta idzin dari Allah”.

 

Namun, sekali ini tidak ada jawaban dari do’anya. Ia berkata pada kaumnya:

 

“Aneh, sekali ini kok tiada jawaban dalam do’aku?”.

 

“Andai Tuhanmu memang benar-benar tidak suka engkau mendoakan kehancuran mereka. Pastilah Ia akan melarangmu, seperti kemarin. Namun buktinya? Tuhanmu tidak melarangmu bukan?”. Bujuk mereka.

 

Di tengah kebimbangannya, Bal’am berusaha menenangkan hatinya dan mencoba membenarkan alasan-alasan kaumnya. Dan ia mulai mendoakan kehancuran Nabi Musa dan Bani Israil.

 

Namun, keanehan kembali muncul. Waktu ia ingin berdoa kehancuran Nabi musa dan bala tentaranya, malah yang meluncur dari mulutnya adalah Do’a kehancuran bagi kaumnya sendiri.

 

Begitu pula, waktu kaumnya ingin ia mendoakan kemenangan berpihak pada mereka: apabila sewaktu-waktu terjadi pertempuran antara mereka dan Nabi Musa. Namun, lagi-lagi yang meluncur dari mulutnya, adalah: Do’a kemenangan untuk Nabi Musa dan Pengikutnya.

Kaumnya gusar, dan menegurnya:

 

“Bagaimana ini? Kenapa kau mendoakan mereka? Bukan kami?”.

 

“Aku tidak tahu,,,, Aku tidak bisa…. Entah mengapa tiba-tiba mulut ini berbicara tidak sesuai dengan keinginanku?”. Bela Bal’am. Kemudian ia menimpali: “Andai aku ulang-ulang lagi doaku, mungkin hasilnya akan tetap. Aku tidak bisa mendoakan kehancuran mereka. Namun aku punya cara untuk menghancurkan mereka”.

 

“Apa itu?” Tanya kaum Bal’am dengan penasaran.

 

“Zina… yaa Zina…. Ketahuilah, Allah Ta’ala murka akan hambanya yang berzina. Dan apabila mereka sampai berzina. Maka, Allah akan meluluh lantakkan mereka”.

 

“Begini…”. Lanjut Bal’am.

 

“Musa dan pengikutnya telah melakukan perjalanan yang sangat jauh, di tengah lelah fisik dan mental, akan sangat mudah menaklukkan mereka dengan rayuan para gadis kita. Sehingga mereka terlena dan Siksa pedih menimpa mereka, kehancuran di depan mata”. Urai Bal’am dengan Liciknya.

 

Kaum Bal’am bersuka-cita dengan solusi jitu sang “Nabi” ini. Segera mereka mempersiapkan para gadis yang cantik dan molek untuk menyongsong rombongan Nabi Musa dan pengikutnya.

 

Ternyata, perhitungan Bal’am tidak meleset. Begitu kaum Nabi musa datang, dengan di sambut lemah-gemulai para gadis Kaumnya. Pengikut Nabi musa lupa daratan. Dan banyak dari mereka yang melakukan perzinahan!

 

Waktu itu, Raja kaum Bal’am mempuanyai seorang putri yang molek tiada terkira. Ayahnya dan Bal’am berpesan padanya:

 

“Serahkanlah tubuhmu hanya pada Musa..”.

 

Tapi, yang menyambutnya bukanlah Nabi Musa, melainkan Anak Pemimpin Bani Israil, pengikut Nabi Musa.

 

Ia berkata: “Aku menginginkanmu..!”.

 

“Aku hanya akan menyerahkan tubuhku pada Musa”. Jawab sang putri.

 

“Coba pikir lagi, aku mempunyai derajat yang tinggi, Harta yang banyak, ketampanan dan hal lain yang belum kau ketahui”. Rayunya.

 

Kemudian sang putri menyampaikan hal itu pada ayahnya. Dan si ayah menyetujuinya. Sehingga terjadilah perzinahan diantara keduanya.

 

Di waktu keduanya sedang berasyik masyuk. Tiba-tiba, datang lelaki dari Bani Harun yang membawa Tombak, menyibak tenda mereka berdua. Dan langsung menghunjamkan tombak itu tepat mengenai keduanya yang lagi berdempetan. Kemudian ia keluar membawa mayat keduanya ke hadapan kaum Bani Israil dan mempertontonkannya, sehingga sebagian Bani Israil yang berzina menjadi jerih dan menghentikan perbuatannya.

 

Setelah kejadian Itu, Allah memberikan Adzab pada Bani Israil berupa penyakit Thoun, yang menyebabkan tujuh puluh ribu kaum Bani Israil Mati.

 

———-

Dalam sebagian kisah….

 

Kesesatan yang maha dahsyat itu, menyebabkan Nabi Musa bertanya Allah SWT:

 

“Wahai Tuhan, apakah dosa yang kami lakukan?”

 

“Berasal dari doa atau perbuatan Bal’am” Jawab Allah SWT,

 

Nabi Musa berkata lagi kepada Allah, “Wahai Allah, sepertimana Engkau mendengar doa Bal’am terhadapku, maka tolong kabulkanlah doaku terhadap Bal’am.”

 

Lalu, Nabi Musa mendoakan agar Bal’am dicabut keimanan dari dirinya. Doa Nabi Musa dikabulkan oleh Allah, menyebabkan Bal’am mati dalam keadaan kufur dan lidahnya terjulur sebagaimana seekor anjing.

 

———

Di Sarikan Dari Tafsir Ibnu Katsir Vol 3 Hal 509

Dengan sedikit penyesuaian dan penambahan Bahasa

Abahe Azmi….

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *