Bahaya Harta Dunia

Disaat ekonomi lesu dan gempuran tagihan hutang para bos besar, pernah ku ungkapkan unek2ku pada ibuku, “Buk,,, kulo tak ngampil artho Bank meleh nggeh,,,?? (Bu,,, Saya tak pinjam uang Bank lagi ya,,,??)” Karena izin ibu bagiku, seakan pembuka kelancaran rizki, setelah dua kali pernah berjibaku dgn Bank, ku ingin mengulanginya. Tapi apa jawab ibuku??, “Gak Usah!! awakmu po ra wes cukup!!?? utange di sauri kalem2, mandak urip mung ngge ngibadah wae, mangan sak onone, akehne syukure,,, (Tidak usah!! apakah kamu belum berkecukupan!!?? hutang bisa di lunasi pelan2, bukankah tujuan hidup hanya utk beribadah saja. Makan seadanya. Perbanyak syukur,,,).

Ternyata, dawuh ibuku yg tidak bisa baca kitab kosongan merupakan intisari dari dawuh Imam Ghazali!! yg kira2 bunyinya begini:

BAHAYA HARTA DUNIA secara garis besar ada dua:
(1) Dari sisi Agama,
(2) Dari sisi Dunia.

(1) Dari sisi Agama setidaknya ada 3 bahaya.
a. Menarik/menyeret ke maksiat.
b. Menarik/menyeret ke kenikmatan yg di perbolehkan, sehingga karena sudah terbiasa mereguk kenikmatan, Ia terkadang tidak akan mampu bersabar untuk mendapatkan penghasilan yg halal, dan merasa nikmat dgn harta yg tidak jelas halal haramnya (Syubuhaat) serta akhirnya berani melakukan kebohongan, kemunafikan, akhlak tercela demi mempertahankan kenikmatannya.
c. Demi menjaga hartanya, Ia lupa berdzikir kepada Allah, padahal setiap hal yg menyibukkan hamba utk ingat kepadaNya adalah kerugian.

(2) Dari sisi Dunia banyak sekali, seperti:
🍦Takut,
🍦Susah,
🍦Prihatin,
🍦Kerepotan menghadapi orang2 yg hasud,
🍦Menanggung kesulitan menjaga harta dan pekerjaannya,
🍦Fikiran terkuras utk menjaga hartanya,
🍦Fikiran takut di telikung relasi kerjanya.
🍦dll,,,
Sedang “jurang” untuk memikirkan Dunia tiada batasnya. Kalau sudah begitu, penawarnya hanyalah mencari harta halal dan mentasarufkannya ke kebaikan-kebaikan, selain itu adalah racun dan bahaya.

Kami (Imam Ghazali dan semoga saya dan kita) meminta keselamatan dan pertolongan pada Allah Ta’ala dengan kasih sayang dan kedermawananNya.

Wallahu A’lam bisShawaab

Sumber : Fb_Robert Azmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.