BAHAYA ARAK….

Imam Nasaa’I meriwayatkan dari Sahabat Usman bi ‘Affan Radliyallahu ‘anhu, Sungguh beliau berkata:

 

“Jauhilah Arak. Karena, meminumnya adalah Dosa besar. Sungguh zaman dahulu, ada sorang pemuda Alim yang membuat jatuh cinta wanita binal. Dengan segala daya upaya, ia coba merayu sang pemuda Alim dengan mengirimkan pembantu cantiknya:”.

 

“Tuan putriku, mengajak kau untuk ber Ta’arruf, tatap muka. Aku harap engkau berkenan”. Pinta Sang pembantu.

 

Setelah menimbang beberapa saat, ia memutuskan untuk menerima ajakan itu dan pergi bersamannya. Setelah sampai di tempat tujuan. Pembantu itu mempersilahkannya masuk melewati beberapa pintu. Namun, ada yang agak mencurigakan. Karena setiap ia melewati sebuah pintu. Maka wanita pembantu itu langsung menguncinya, begitu pula pintu-pintu setelahnya. Dengan memantapkan hati, ia terus berjalan. “Apa yang bisa dilakukan seorang wanita?” Pikirnya.

 

Setelah berjalan agak lama, sampailah ia pada pintu terakhir. Setelah di buka, ia terpesona. Karena, disana telah menyambut seraut wajah nan elok bak bidadari. namun yang membuat ia tertegun adalah: Adanya Anak kecil dan Botol-botol arak yang rapi berjejer. Belum hilang rasa kejutnya. Wanita cantik itu berkata:

 

“Demi tuhan… sesungguhnya aku mengajakmu kesini bukan untuk bertatap muka, taarruf, apalagi Cuma bercakap satu dua buah kata, tidak. Tapi aku ingin kau mencumbuku dan hilangkanlah dahaga di jiwaku ini…..”.

 

Terperanjatlah pemuda Alim itu mendengarnya. Belum sempat ia menjawab, wanita itu meneruskan:

 

“Pilihlah satu diantara tiga Hal ini: Mencumbuku?, Minum satu gelas Arak denganku?, Atau membunuh anak kecil ini?”

 

Karena merasa tidak punya pilihan, dan ternyata di situ telah banyak penjaga yang bermunculan. Setelah berfikir sejenak, Ia menjawab:

 

“Berikanlah segelas Arak. Karena itu yang paling ringan”.

 

Segera wanita itu menuangkannya. Setelah habis, ia membujuknya, untuk menambah satu gelas saja.

 

Tanpa terasa, gelas demi gelas ia tenggak sampai mabuk. Di antara sadar dan tidak, dengan rayuan membara. Gadis cantik itu bisa meluluhkan pertahanan sang perjaka, hingga bisa merenggut keperjakaannya. Setelah itu, dengan sadisnya. Karena permintaan sang gadis, ia membunuh Anak kecil yang malang itu.

 

“Oleh karena itu Jauhilah Arak. Karena Demi Allah…. Sungguh… Antara Iman Dan mabuk-mabukan tidak akan pernah bisa bersatu”. Pungkas Sayyidina Usman bin ‘Affan Radliyallahu ‘anhu.

 

————-

MUKHTASOR TADZKIROTUL QURTHUBI Hal: 14

Syaikh Abdul Wahhab As Sya’roniy

CET: Dar el Ihyaa el Kutub el ‘arabiyyah Indonesia

Dengan Sedikit penyesuaian Bahasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *