Arti Penting Shalawat Dan Maulid Nabi II

KELEBIHAN SHALAWAT

(Sesungguhnya allah dan para malaikat-nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya) al-Ahzab: 56.

 

Shalawat merupakan bentuk do’a dan harapan manusia kepada Rasulullah SAW. Hukum membaca shalawat adalah wajib ketika shalat dan sunnah di luar shalat. Bershalawat merupakan ibadah yang mudah dan tidak rumit. Selain tidak harus suci, menghadap kiblat, mengikuti redaksional dan gerakan yang baku, bershalawat juga boleh dilagukan. Untuk itulah biasanya pembacaan shalawat dalam perayaan Maulid  diiringi dengan grup Hadrah dengan iringan alat musik rebana. Pada sebagian masyarakat tertentu biasanya juga ditambah pembakaran buhur (kemenyan Arab) agar suasana menjadi harum dan menambah kekhusyukan.

Terlepas dari profesi acara, cara membaca dan melagukan, shalawat memiliki banyak manfaat dan kelebihan. Tidak harus menunggu di akhirat, di dunia pun manfaat itu sudah dapat dirasakan. Seperti yang ditulis TGKH Husnuddu’at dalam Berkahnya Shalawat Nabi terbitan Dunia Ilmu cetakan ketujuh, shalawat memiliki banyak manfaat dan kelebihan. Diantaranya:

  • Untuk mendapatkan rahmat Allah SWT
  • Mendapatkan permintaan ampunan para malaikat
  • Mendapatkan kasih sayang Rasulullah SAW
  • Menggugurkan dosa-dosa
  • Sebagai zakat amal shaleh
  • Untuk mengangkat derajat disisi Allah SWT
  • Agar tercukupi kebutuhan dunia-akhirat
  • Menghapus kekeliruan yang terlanjur diperbuat
  • Lebih besar pahalanya daripada memerdekakan budak
  • Agar selamat dari kejahatan
  • Untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW
  • Demi aman dari murka Allah
  • Untuk memberatkan timbangan di hari pembalasan
  • Menjauhkan rasa haus di hari yang sangat panas di akhirat
  • Agar lulus dalam menyeberangi titian Shiratal Mustaqim
  • Untuk melihat surga sebelum mati
  • Memperbanyak istri di surga
  • Meraih pahala seperti pahala orang yang 20 kali berperang di jalan Allah
  • Untuk memudahkan tercapainya hajat di dunia
  • Dengan membaca shalawat 1 kali menyebabkan terkabulnya 100 hajat
  • Sebagai tanda bahwa pembacanya termasuk golongan dari Ahlussunnah
  • Mendatangkan kekayaan
  • Menjadikan dekat dengan Rasulullah SAW
  • Menyebabkan kuburnya bercahaya
  • Menang dalam menghadapi musuh
  • Membersihkan hati dari sifat nifaq ( munafik )
  • Bertemu dengan Rasulullah SAW
  • Pembacanya disenangi orang lain
  • Do’anya terkabul
  • Terhindar dari aib dan noda
  • Menghilangkan sifat bakhil
  • Diberkati hidupnya
  • Menghidupkan hati
  • Senantiasa ingat kepada Allah SWT
  • Menjadikan ingat apabila lupa
  • Tidak sesat menuju surga
  • Terpeliharanya rasa cinta kepada Rasulullah SAW
  • Menjadi sedekah bagi orang tak berharta, seperti sedekah bagi orang kaya
  • Taat atas perintah Allah
  • Bertambah 10 derajat pada setiap satu kali bacan
  • Ditulis 10 kebaikan baru dari setiap kali bacaan
  • Dihapus 10 macam kekeliruan pada setiap kali bacaan
  • Menambah rasa saling cinta sesama manusia
  • Menghilangkan permusuhan
  • Dsb.

 

JAM’IYAH SHALAWAT

Mengingat bershalawat adalah perintah, membacanya berpahala dan memiliki banyak manfaat itulah banyak didirikan jamaah shalawat tertentu di kampung-kampung maupun di perkotaan. Maksud dari jamaah itu adalah agar para anggotanya dapat membaca shalawat secara rutin dan keinginan mereka cepat terkabulkan.

Bagaimanapun, dengan adanya jam’iyah, rutinitas pembacaan shalawat akan lebih terjaga, dibanding ketika harus membaca sendiri-sendiri. Untuk itulah jam’iyah shalawat banyak didirikan.

Di Jakarta telah lama muncul perkumpulan Majelis Rasulullah pimpinan Habib Mundzir Almusawa yang didominasi anak-anak muda ibukota. Di Solo ada Ahbabul Musthofa pimpinan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Di Jombang ada perkumpulan Jam’iyah Mahabbatur Rasul yang didirikan KH. Sholihin Hamzah dengan kegiatan tahunan yang luar biasa, dsb.

Sementara di kampung-kampung dan perkotaan telah banyak berdiri jam’iyah Shalawat Nariyah, Burdah, Diba’, Banjari, Ishari, dlsb. Masing-masing berbeda bentuk dan komunitas, namun dengan tujuan yang sama ingin mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Tidak ada orang mukmin yang anti shalawat kecuali mereka yang iman dan keilmuannya dangkal. Hanya mereka yang merasa percaya diri akan mampu menghadapi hari kiamat dengan amal shaleh yang telah diperbuat yang tidak senang dengan jamaah shalawat. Sementara mereka yang banyak berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah  SAW, tidak akan berhenti melantunkan shalawat. Sebab di masa itu amal shaleh tidak akan banyak artinya dibanding  dengan syafaat Rasulillah SAW yang jauh lebih agung. (KH. Moh. Syamsuddin al-Aly)

8 thoughts on “Arti Penting Shalawat Dan Maulid Nabi II

    zulfa

    (April 3, 2013 - 18:28)

    “….Berabad jarak darimu Yaa Rasul..serasa dikau disini…” (Bimbo).

    zulfa hadir Pak Kyai, nderek ngaos..

      firdaus

      (April 4, 2013 - 11:09)

      walau jauh di mata kita dekat di web ini, smg zufa bs jadi ahli sholawat

        zulfa

        (April 5, 2013 - 06:36)

        Amiin..Allahumma Amiin…

    firdaus

    (April 4, 2013 - 11:06)

    mhn di koreksi, syukron

    lasykar

    (April 4, 2013 - 17:56)

    Insya Alloh…. Al Ishobah.. Al Ishobah… Al ishobah… Yaa Alloh Narju Al Ishobata Wal Istiqomata ‘ala Maslaki Salafis Sholih, Ahlis Sunnah Wal Jama’ah… amin amin amin…

      zulfa

      (April 5, 2013 - 07:09)

      Insyaallah Amiiiin…

        firdaus

        (April 5, 2013 - 19:51)

        tiada amal yg patut kita bw perubahan tanpa safaat rosul

          zulfa

          (April 6, 2013 - 10:05)

          Isyfa’lana Ya Habibana…Laka Syafa’at Ya Rasulallah..

Tinggalkan Balasan ke zulfa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.