ANTARA ILMU ALAT DAN ILMU FIQH

ILMU ALAT/NAHWU SHOROF: Sebagai alat untuk memperdalam dan memperluas ilmu keagamaan, sehingga ulama menghukumi dengan Fardlu kifayah. Namun apabila dia ingin mengurai Qur’an dan Hadist secara langsung, menjadi fardlu ain.

Sehingga sangatlah wajar tentang kebenaran maqolah:

 

من تبحر علما واحدا, تبحر جميع العلوم

“Barangsiapa yang menguasai satu ilmu bak samudra, Maka ia akan menguasai seluruh ilmu”.

-Dawuh Almukarrom Kh. Ahmad Idris Marzuqi Lirboyo-

 

Yang dimaksud syair diatas adalah ilmu nahwu shorof, karena mutiara agama islam terdapat dalam bahasa arab.

 

ILMU FIQIH ADALAH ILMU HAL/KESEHARIAN: Hukumnya fardlu ‘ain untuk hal-hal yang bersinggungan langsung. Dan fardlu kifayah untuk lainnya. Cukuplah apa yang tertera dalam kitab ta’lim muta’allim Karya Syaikh Zarnuji berikut:

 

اعلم, بأنه لايفترض على كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال

 

Perlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata, “Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku.” Yang dimaksud ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya.

 

ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة،

 

Oleh karena setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat dengan sempurna.

 

ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن كان يتجر.

 

Setiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.

 

JADI KESIMPULANNYA ILMU ALAT DAN FIQIH SANGAT SALING TERKAIT. KALAU CUMA UNTUK DIRI SENDIRI, MUNGKIN ILMU ALAT BISA DI KESAMPINGKAN DENGAN BERTANYA PADA ULAMA. TAPI KALAU UNTUK PENDALAMAN AGAMA SECARA KAAFFAH, ILMU ALAT ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN.

Wallohu a’lam…

M. ROBERT AZMI AL ADZIM

Allohummaj’alhu waladan sholihan

Pelem 14 Mei 2013, Selasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *