Anak Kecil Di Masjid

Anak Kecil Di Masjid

(e bocah!! Kalau mau ribut jangan di mesjid, keluar sana!!)

Dulu tahun pertama aku di damaskus, sebelum konflik di mulai, aku sering di ajak oleh salah satu guruku syeikh hani syaal ke pinggiran kota damaskus, namanya kota tal, disana beliau mengisi pengajian tafsir mingguan, suasana pengajiannya pun sering tampak meriah, karena disela-sela pengajian dan zikir ada juga anak-anak yang selalu membawa makanan kecil dan teh untuk jamaah pengajian, pengajian ini juga ramai di hadirin anak-anak dan abege-abege dan anak muda. Ini sebenarnya untuk ustad muda yang masih seusia beliau memiliki jamaah sebanyak ini lumanyan langka.

Lalu aku bertanya apa rahasianya. Beliau mengatakan kepadaku beberapa tips, pertama jangan remehkan potensi anak-anak, maka ajaklah orang tua yang hadir pengajian agar membawa anak dan cucu mereka menghadiri pengajian, atau ajak anak-anak yang kita lihat di dekat mesjid agar datang ke mesjid, kamu beri sedikit halawiyat(kue manisan) kepada mereka tak perlu mewah, bagi kita memang bukan apa-apa tapi bagi mereka itu benar-benar menyenangkan, saat memakan halawiyat gratis dengan teman-teman adalah spesial bagi mereka.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat mesjid itu jadi tempat yang di hindari, jangan sekali-kali kita katakan ketika mereka ribut “hei nak, ini mesjid, bukan tempat main, kalau mau main ke luar mesjid sana”. Itu akan membuat mesjid mengerikan bagi mereka, karena sudah fitrah anak-anak bermain, mereka mungkin akan ribut 2 atau 3 tahun, tapi setelah mereka tumbuh menjadi remaja mereka akan paham sendiri, dan kamu tahu pertumbuhannya menuju masa remaja dimana? Di mesjid!! Intinya buat hati mereka sebisa mungkin terikat dengan mesjid. Aku juga melihat mesjid ini juga memiliki klub sepakbola khusus, ini membuat mesjid benar-benar tempat membunuh kebosanan dimana semua remaja berkumpul disitu, selain itu klub bahasa asing(kebetulan beliau selain doktor syariah juga lulusan sastra bahasa prancis) dan komputer juga ada. Jadi kalau kita selalu menyalahkan anak-anak zaman sekarang kenapa jarang kemesjid, seharusnya ngaca, sudah seberapa jauh saya membuat mesjid menyenangkan bagi mereka. Bayangkan saat mereka ribut sedikit, lalu kita usir mereka dari mesjid, lalu siapa yang akan mengisi mesjid 5 tahun kemudian, setelah bapak-bapak tua itu nggak sanggup lagi ke mesjid ? Jawabannya ada di kebanyakan mesjid umat islam, yang mengisinya adalah nyamuk!! Itulah sedikit nasehat dari sang guru!!
#reppost

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.