Akankah Kita Takut Pada-Nya?

Di Kisahkan, Ada seorang pemuda tekena panah asmara seorang dara. Suatu waktu, Keduanya sepakat pergi berdua bersama Rombonga, kencan. Di tengah hutan, setelah rombongan tidur semua. Muncul ke “Isengan” si pemuda, setelah sang Dara berkata:

“Lihatlah, semua sudah pada tertidur…”.

Bahagia sekali si pemuda mendengar hal itu, ia menyangka kalau sang dara me”nerima”nya. Dengan semangat 45 ia beranjak pergi untuk “Patroli” mengecek keadaan sekeliling. Setelah merasa aman. Ia pun kembali ke pujaan hatinya. Dan berkata:

“Betul… semua telah tidur”. -katanya dengan mesra-.

Dengan senyum manisnya, Sang dara berkata:
“Apa menurutmu Allah tidur pada saat ini”.

Dengan Gagah, Ia ber Dalil:
“Innallaha Ta’aala Laa Yanaamu Wa Laa Ta’khudzuhu SinnatuwWa la Nauum”
(Sungguh… Allah Ta’ala Tidak akan pernah tidur, Allah adalah Dzat yang tidak mengantuk dan tidak tidur)

“Walaupun manusia semua tertidur, bukankah. Sesungguhnya Allah tidak tidur dan melihat kita?. Dan bukankah hal itu yang lebih patut kita takuti?”. Jawab sang dara

Terkesiap dengan jawaban sang dara. Dengan langkah gontai, ia meninggalkan sang dara. malu dan muncul perasaan takut kepada Allah. Akhirnya, ia putuskan kembali ke desa.
****
Selang beberapa waktu, di tengah himpitan rasa rindu yang mendalam. Ia meninggalkan dunia fana.

Ada sebagian orang memimpikannya. Dan bertanya:

“Apa, yang Allah perbuat atasmu?”

“Allah Mengampuniku, sebab rasa Takutku dan sebab aku mengurungkan perbuatan dosaku”. Jawabnya. (1)
——
Mukasyafatul Quluub Lil Imam Ghozali Dengan sedikit penyesuaian bahasa.
Admin FB/Web Alfattahpule.com
Semoga bermanfaat.

(1) حكي: ان رجلا تعلق قلبه بامرأة , فخرجت تلك المرأة الي حاجة لها , فذهب الرجل معها , فلما خلا بها في البادية , ونام الناس افشي سره اليها , فقالت له المرأة : انظر أنام الناس بأجمعهم , ففرح الرجل بقولها , وظن انها قد اجابته , فقام وطاف حول القافلة , فاذا الناس نيام , فرجع اليها وقال لها : نعم هم نيام , فقالت : ما تقول في الله تعالي أنائم في هذه الساعة .
فقال الرجل : ان الله تعالي لا ينام ولا تأخذه سنة ولا نوم , فقالت المرأة : ان الذي لا ينام يرانا , وان كان الناس لا يرونا , فذلك اولي ان نخاف . فتركها الرجل خوفا من الخالق , وتاب ورجع الي وطنه , فلما توفي رأؤه في المنام , فقيل له ما فعل الله بك ؟ فقال غفر لي بخوفي وتركي ذلك الذنب

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.